Benarkah Pola Makan Pesepakbola Indonesia Tak Sehat?

Jakarta – Eks Dokter Timnas Indonesia U-19 Alfan Nur Asyhar tak kaget dengan pola makan tak sehat pemain. Ia sudah melihat langsung hal tersebut saat terlibat dalam tim.

Sikap cuek pemain Persebaya Surabaya Hansamu Yama makin membuat kecewa. Publik sepakbola Indonesia di dunia maya tak senang pemain berlabel Timnas Indonesia itu terang-terangan menunjukkan pola makan tak sehat.

You may also like
Baca juga: Hansamu Yama Jawab Kritikan soal Makanan Tak Sehat

Apa yang ditunjukkan Hansamu Yama bukanlah hal baru buat dokter Alfan Nur Asyhar. Ia sudah menyaksikan pemandangan tersebut sejak terlibat dalam suatu tim sepakbola.

Bukannya cuma menerima keadaan, menerapkan pola makan sehat selalu ia lakukan di setiap tim yang ia pegang. Namun, tak sedikit ‘perlawanan’ datang dari pemain bahkan pelatih.

“Kalau saya sih nggak kaget pemain Indonesia seperti itu. Dari pertama kali menangani Timnas pada 2011 sampai 2017 di tingkat semua usia, baik junior dan senior, Bhayangkara FC lalu PSIS Semarang, itu saya nggak kaget pemain sekelas timnas makannya seperti itu,” kata dokter Alfan dalam perbincangan dengan detikSport.

“Waktu di Timnas, saya kencang itu menerapkan pola makan harus sesuai standar atlet. Tapi ada pemain dan pelatih yang tak setuju dengan konsep saya. Bahkan dalam tanda kutip kami pun ditentang dan dimusuhi. Karena di dalam kepala mereka kan ketika pemain makan yang mereka suka pasti mainnya akan bagus, fighting spiritnya ada. Itu kan salah,” ujarnya.

“Ketika pulang dan main di liga pun kondisinya sama. Dibuat makanan standar pun mereka nggak mau, malah ke Warteg. Menurut saya kita akan terus berada di level seperti ini. Terpuruk terus. Padahal makanan kan akan menentukan kesehatan dan performa mereka,” katanya lagi.
Baca juga: Dokter Persija: Tiap Negara Punya Kebutuhan Nutrisi yang Berbeda

Melihat sedemikian parahnya kondisi itu, dokter Alfan merasa bahwa edukasi kepada pemain Indonesia seharusnya sudah dilakukan sedini mungkin. Meski sebenarnya hal itu tak menjamin karena pemain yang disiplin pun akan tercemar karena lingkungannya seiring melihat fakta yang terjadi.

Manajemen tim hingga tim pelatih sudah sepatutnya bersinergi untuk membuat aturan ketat soal ini. Karena, selain kesadaran pemain itu sendiri, perlu juga pemain diciptakan lingkungan yang baik sesuai standar atlet.

“Solusinya, ada perbedaan dari perbaikan nutrisi jika diterapkan di usia muda. Usia U-16 tahun diberi edukasi kemudian doktrin, pembiasaan, kebiasaan, itu bisa. Tapi ketika mereka sudah jadi senior di U-19, U-23, atau bertemu senior yang dalam tanda kutip rusak, itu mereka tercemar,” tutur pria yang kini menjadi Dokter di PSIS Semarang itu.

“Kenapa begitu? Analisis saya mereka yang senior ini kan masa keemasan mereka sudah surut, sehingga diracuni lah mereka (pemain muda). Jadi keterampilan mereka tak bisa dilampaui pemain muda, karena pemain senior ini kan sudah rusak. Nah ini ada beberapa tendensi seperti itu,” ucapnya.
Baca juga: Banyak Pemain Dicibir, Hansamu Malah Cuek Pamer Makanan Tak Sehat

Meski begitu, ia memastikan tak semua pemain Indonesia cuek dengan makanan sehat. Beberapa di antaranya sudah punya kesadaran makanan sehat.

Menariknya, dokter Alfan melihat pemain-pemain yang sadar akan hal ini adalah mereka yang pernah memperkuat Timnas Indonesia. Edukasi dan pembiasaan konsumsi makanan sehat yang lebih ketat di Timnas Indonesia menjadi salah satu alasannya.

“Saya biasanya kasih win-win solution, saya berikan makanan yang standar atlet tapi sesuai cita rasa pemain. Contohnya tiga lauk dengan komposisi 2 sehat, 1 sukanya apa, itu di-mix. Supaya mereka mau makan, karena kalau mereka mau makan nanti dikiranya dokter yang salah,” kata Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII).

“Tapi nggak semua pemain begitu ya, ada pemain asing yang bagus dengan mengonsumsi makanan sehat. Ada juga pemain muda yang ingin makan bagus, jadi 50-50 lah yang begitu,” ucapnya.

“Pemain jebolan timnas biasanya makannya lumayan nurut, tapi juga nggak semua pemain ya. Nah yang belum ke timnas biasanya agak amburadul pola makannya,” ujarnya.
(aff/krs)

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *