Beranda kesehatan Uji Klinis fase lll Vaksin Covid-19 Sinovac, 20% Subjek Menunjukan Reaksi Ringan

Uji Klinis fase lll Vaksin Covid-19 Sinovac, 20% Subjek Menunjukan Reaksi Ringan

77
0
Foto : Ilustrasi

Cakrawala-Indonesia.com, BandungHasil simpulan sementara, vaksin yang tengah di uji coba di kota Bandung tersebut dinyatakan aman .Ujicoba ini dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Litbangkes Kementrian Kesehatan, tim Unpad, serta Bio Farma secara bersama sama melakukan evaluasi progres uji klinis fase lll vaksin Covid-19 Sinovac .

Seperti dilansir dari Ayojakarta.com, Ketua BPOM Penny Lukito mengatakan, pihaknya menilai kelayakan vaksin dari aspek mutu, keamanan, dan efektivitas. Untuk aspek mutu, vaksin Sinovac telah dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapat label halal.

“Alhamdulillah dari aspek mutu, dari hasil yang didapatkan inspeksi BPOM, Biofarma dan MUI, aspek halalnya bisa dikatakan sudah memenuhi, sudah sesuai aspek obat yang baik” ungkapnya dalam konferensi pers di gedung Bio Farma Bandung, Kamis (26/11/2020) .

Sementara untuk aspek keamanan dan efektivitas, ia mengatakan saat ini pihaknya masih harus menunggu hasil uji klinis fase III di Kota Bandung selesai. Setelah itu, hasil di Bandung akan digabung dengan hasil uji klinis di negara-negara lainnya termasuk Brazil, baru kesimpulan utuh dapat ditarik .

Namun, berdasarkan data sementara yang disimpulkan selama satu bulan ini, Penny menyebut vaksin Sinovac memiliki keamanan dan efektivitas yang cukup baik. Hal tersebut akan kembali dikonfirmasi tiga bulan ke depan .

“Data sebulan sudah tunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Nanti akan dikonfrimasi lagi efikasinya dalam tiga bulan, mulai Desember ini. Kami positif data-data selanjutnya yang masih kami tunggu progresnya itu akan berjalan dengan baik ” ungkapnya .

Hal serupa disampaikan Ketua Tim Uji Klinis Fase III vaksin Covid-19 Sinovac, Prof. Kusnandi Rusmil. Ia mengatakan, data sejauh ini menunjukan vaksin tersebut sudah dapat disebut aman .

“Sampai saat ini, untuk sementara waktu dapat kami katakan aman. Karena tidak terjadi hal-hal yang merugikan dari subjek ” ungkapnya .

Ia menyebutkan, sejauh ini hanya 20% dari subjek penelitian yang menunjukan reaksi ringan seperi pilek dan pusing. Gejala tersebut pun, ia menyebutkan, hilang dengan sendirinya dalam dua hari .

“Yang terjadi hanya ada yang pilek sedikit, pusing, dan dalam dua hari hilang sendiri. Ini hanya (dialami oleh) 20% (subjek penelitian)” ungkapnya .

Adapun jumlah subjek penelitian vaksin tersebut mencapai 1.620 orang yang seluruhnya merupakan warga Kota Bandung. Kegiatan uji klinis tahap III ini dilakukan sejak 11 Agustus 2020 di di enam puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kota Bandung .***

Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here